PAN menyatakan dukungan bagi Prabowo Subianto maju dua periode di Pilpres 2029, sementara PKB menyampaikan sikapnya langsung dari Istana.
Dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 kian menguat di lingkungan partai politik pendukung pemerintah saat ini. Salah satu momentum terbaru datang dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang secara terbuka menyatakan kesiapannya mendukung Prabowo memimpin Indonesia hingga dua periode.
Berikut ini TRENDING ISU PUBLIK akan membahas tentang PAN menyatakan dukungan bagi Prabowo Subianto maju dua periode di Pilpres 2029.
Resmi PAN Soal Dukungan Dua Periode
Partai Amanat Nasional (PAN) secara resmi menyatakan kesiapannya untuk kembali mendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2029, dengan alasan bahwa lima tahun kepemimpinan saat ini dinilai belum cukup untuk mewujudkan seluruh agenda strategis pemerintah.
Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, menyebutkan bahwa dukungan ini didasarkan pada konsistensi partai dalam mendampingi Prabowo dalam tiga pilpres sebelumnya 2014, 2019, dan 2024. Menurutnya, pengalaman panjang ini menunjukkan kesamaan arah politik antara PAN dan sosok Prabowo.
Namun, Eddy juga menegaskan bahwa terkait susunan capres–cawapres di Pilpres 2029, PAN masih mempertimbangkan berbagai opsi. Termasuk kemungkinan mengusulkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai calon wakil presiden, jika kesepakatan koalisi mencapai simbiosis yang kuat.
Di sisi lain, pernyataan semacam ini bukan hanya langkah simbolis, melainkan bagian dari strategi politik jangka panjang menjelang fase pemilihan umum yang lebih intens.
PKB Sampaikan Dukungan Langsung di Istana
Sementara itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan posisinya mendukung Prabowo memimpin Indonesia untuk periode kedua. Ketua DPP PKB, Daniel Johan, menyatakan bahwa PKB menyampaikan dukungan secara langsung di Istana Kepresidenan, menunjukkan kedalaman komunikasi antara PKB dan Presiden Prabowo.
Menurut Daniel Johan, PKB tidak hanya mendukung pencalonan, tetapi juga berkomitmen mengawal berbagai program prioritas pemerintahan agar masyarakat benar‑benar merasakan manfaatnya. Fokus ini mencakup isu‑isu penting seperti ketahanan pangan, kesejahteraan petani dan nelayan, serta penguatan ekonomi desa.
Baca Juga: Heboh! Pungli di Kota Tua Viral di Medsos, Gubernur Pramono Ancam Sanksi Tegas!
Reaksi Partai Koalisi dan Dinamika Politik Internal
Dukungan dua periode terhadap Prabowo tidak datang hanya dari PAN dan PKB partai politik lain di dalam koalisi pemerintahan juga mencatatkan sikapnya.
Sebagai contoh, Partai Golkar melalui ketuanya Bahlil Lahadalia menegaskan dukungan kepada pemerintahan Prabowo–Gibran hingga selesai dua periode, berdasarkan hasil musyawarah internal partai mereka.
Sementara itu, Partai Gerindra, partai pengusung Prabowo, menyatakan bahwa keputusan partai pendukung seperti PAN dan PKB didasari oleh kesamaan visi dan cita‑cita terhadap arah kebijakan negara. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa perjalanan politik menuju Pilpres 2029 masih panjang dan penuh dinamika.
Dinamika ini memperlihatkan bagaimana ruang perundingan politik di antara partai koalisi semakin intens, menjelang penentuan pengusungan calon di pilpres mendatang.
Implikasi Politik Dan Tantangan Menuju 2029
Dukungan publik dari partai seperti PAN dan PKB terhadap Prabowo dua periode memiliki implikasi politik yang signifikan. Secara praktis, langkah ini memperkuat persepsi sebagai koalisi solid, meskipun masih ada pertanyaan terkait calon wakil presiden dan strategi pemilihan lainnya.
Namun realitas politik tidak selalu berjalan lurus. Ada tantangan dari dalam maupun luar koalisi. Termasuk kebutuhan menjaga basis dukungan masyarakat luas dan respons terhadap isu‑isu sosial ekonomi yang menjadi perhatian publik. Hal ini berarti partai pendukung perlu terus membuktikan efektivitas pemerintahan dalam konteks kesejahteraan masyarakat, bukan hanya dalam ranah elite politik.
Selain itu, ada kemungkinan perbedaan pandangan internal tentang siapa yang layak menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo pada periode 2029. Terutama jika PAN dan PKB mendorong figur dari internal partai mereka.
Persepsi Publik Dan Tantangan Masyarakat
Selain ranah elite politik, persepsi publik menjadi faktor penentu penting dalam dinamika dukungan politik ini. Masyarakat Indonesia terus mengamati kinerja pemerintahan saat ini. Termasuk kebijakan prioritas seperti sosial ekonomi, pelestarian kesejahteraan petani, dan stabilitas harga kebutuhan pokok.
Banyak pihak menilai partai harus menunjukkan dukungan politiknya melalui pencapaian program yang dirasakan langsung oleh rakyat. Hal ini menjadi salah satu aspek yang akan memengaruhi tingkat dukungan publik terhadap calon di Pilpres 2029.
Tantangan lain datang dari ruang aspirasi masyarakat yang semakin dinamis, terutama melalui media sosial dan komunitas kritik sipil. Hal ini menciptakan tekanan untuk transparansi, akuntabilitas. Serta kepemimpinan yang responsif terhadap kebutuhan publik tidak hanya soal pernyataan dukungan partai, tetapi juga kinerja nyata di tengah masyarakat.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari detikcom
- Gambar kedua dari Komite.id