Tragedi mengerikan terjadi di Purwakarta saat pemilik hajatan tewas dikeroyok sekelompok preman saat resepsi pernikahan anaknya.
Korban sempat menolak permintaan uang dari pelaku hingga terjadi keributan di luar tenda. Istri dan anak korban juga sempat pingsan akibat kejadian ini. Video amatir peristiwa tersebut viral di media sosial, memicu kehebohan warga.
Simak dan ikutin terus berita terbaru dan terviral lainnya hanya ada di TRENDING ISU PUBLIK.
Tragedi Pernikahan di Purwakarta
Pesta pernikahan di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Purwakarta, Jawa Barat, berubah tragis pada Sabtu (4/4/2026). Sekelompok pemuda yang diduga preman kampung mengeroyok pemilik hajat, Dadang, hingga tewas. Peristiwa terjadi saat acara pernikahan anak korban berlangsung di rumahnya.
Menurut saksi, sekitar pukul 14.00 WIB, sekelompok orang mendatangi pesta dan meminta uang sebagai jatah. Korban sempat memberikan Rp 100 ribu, namun pelaku kembali datang sekitar pukul 15.00 WIB dan menuntut Rp 500 ribu. Situasi memanas saat korban menolak permintaan tersebut.
Keributan pun pecah di luar tenda resepsi. Dadang diduga dikeroyok beberapa orang hingga jatuh pingsan. Warga yang menyaksikan peristiwa tersebut segera melaporkan ke pihak kepolisian setempat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kronologi Penganiayaan dan Penolakan Korban
Wahyudin, adik korban, menjelaskan bahwa kakaknya awalnya mencoba memenuhi permintaan uang pelaku. “Saya bantu mereka, istilahnya minta uang lah, palak ya. Kakak saya menolak memberikan permintaan kedua setelah pertama ia memberi Rp 100 ribu dan yang kedua minta Rp 500 ribu,” ujarnya saat ditemui di Mapolres Purwakarta.
Setelah menolak, korban keluar dari tenda resepsi dan terjadi keributan di halaman rumah. Wahyudin menyebut bahwa tiga orang mengeroyok kakaknya, sementara delapan orang menghadangnya. Wahyudin menambahkan bahwa ia tidak mengenal para pelaku karena tinggal di Karawang, sedangkan kakaknya menetap di Purwakarta.
Keributan ini sempat terekam dalam video amatir dan viral di media sosial. Video memperlihatkan detik-detik korban kolaps di lokasi, menimbulkan kehebohan dan simpati dari warga sekitar. Petugas kepolisian segera menindaklanjuti laporan warga dengan mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Baca Juga:Â Geger Dunia! Jet Tempur AS Tertembak Jatuh di Iran, Pencarian Pilot Memanas
Kondisi Korban dan Keluarga Yang Tersisa
Tim medis langsung membawa korban ke rumah sakit terdekat, tetapi nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, istri dan anak korban juga sempat pingsan akibat trauma dan ketakutan atas peristiwa tersebut.
Pantauan di Mapolres Purwakarta menunjukkan anak korban yang masih mengenakan pakaian kebaya resepsi menunggu proses pemeriksaan polisi. Pihak kepolisian melakukan identifikasi dan menerima laporan resmi untuk memastikan kronologi kejadian serta mendata saksi-saksi yang mengetahui peristiwa.
Warga sekitar menyatakan keprihatinan atas kejadian tersebut. Banyak yang menyoroti pentingnya pengamanan di acara keluarga agar insiden serupa tidak terjadi di masa depan. Kapolres Purwakarta menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku.
Tindakan Polisi dan Penyelidikan Pelaku
Pihak Polres Purwakarta telah menerima laporan resmi dari keluarga korban dan langsung memulai penyelidikan. Polisi memeriksa saksi, meninjau lokasi kejadian, serta menelaah video viral yang memperlihatkan kronologi penganiayaan. Kapolres Purwakarta menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku kami berkomitmen untuk menangkap semua pelaku.
Kapolres Purwakarta menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku. “Kami melakukan penyelidikan mendalam untuk menangkap semua pelaku dan memastikan proses hukum berjalan adil, ujarnya.
Selain itu, polisi menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi. Pihak kepolisian mengambil langkah ini agar penyelidikan berjalan lancar dan dapat menegakkan keadilan bagi korban.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com