Anak hampir celaka di Gowa ditolong warga, tapi orang tuanya justru ngamuk, kisah mengejutkan yang bikin publik bertanya-tanya!
Insiden mengejutkan terjadi di Gowa, saat seorang anak hampir mengalami kecelakaan di jalanan. Warga yang melihat segera bertindak heroik untuk menolong, namun reaksi orang tua anak ini justru mengejutkan: mereka marah besar.
Apa yang sebenarnya terjadi hingga orang tua bersikap demikian? Kisah TRENDING ISU PUBLIK ini menimbulkan kehebohan di media sosial dan menjadi sorotan publik, menimbulkan pertanyaan besar soal reaksi tak terduga orang tua.
Anak Ditolong Warga, Orang Tua Malah Ngamuk Tanpa Alasan?
Pada Senin (2/3/2026) sore, warga di Jalan Poros Limbung, Dusun Tanetea, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Menolong seorang anak berusia 4 tahun yang berjalan sendiri di pinggir jalan, menciptakan insiden tak terduga.
Warga membawa anak itu ke Polsek Bajeng demi keselamatannya, namun reaksi orang tua ketika menjemput korban justru mengejutkan banyak pihak karena mereka marah kepada warga yang telah membantu. Video momen itu menjadi viral di media sosial dan memicu beragam reaksi netizen.
Anak Ditemukan Sendiri Di Jalan
Kejadian bermula ketika anak bernama Haris (4) terlihat berjalan sendirian di pinggir jalan sore hari. Warga yang melihat itu merasa khawatir terhadap keselamatan anak tersebut karena usia yang masih sangat kecil. Kepala Dusun Bontomate’ne kemudian datang ke lokasi dan turut membantu.
Warga dan kepala dusun kemudian membawa Haris ke Polsek Bajeng agar berada di tempat yang lebih aman sambil menunggu orang tuanya datang. Menurut Kapolsek, itu dilakukan demi menjamin keselamatan anak sambil memudahkan penemuan orang tua cepat terjadi.
Polisi memperkirakan anak tersebut terlepas dari pengawasan orang tuanya saat mengantre di ATM Bontosunggu. Ayah korban disebut sedang kurang sehat pada saat kejadian.
Baca Juga: Ketegangan Memuncak: Cegat Serangan! Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran
Reaksi Orang Tua Yang Mengejutkan
Setelah keluarga Haris datang ke polsek dan menjemput anak mereka, kejadian tak terduga pun terjadi. Alih‑alih berterima kasih, orang tua korban langsung memarahi warga yang telah membantu menyelamatkan anaknya.
Pengguna Facebook Kavella Syairena mengunggah sebuah video yang menunjukkan ibu penolong anak itu menangis ketika keluarga korban memarahinya. Dalam video itu, ibu tersebut menjelaskan kronologi penemuan Haris.
Ia menyatakan bahwa ia dan warga lain hanya ingin memastikan keselamatan sang anak karena anak seusia itu sangat berbahaya berada di jalan raya tanpa pengawasan siapapun.
Situasi Di Polsek Bajeng
Saat pertama membawa anak itu ke polsek, polisi mengarahkan ibu yang menolongnya untuk membawa pulang anak tersebut dan mencatat nomor telepon serta alamatnya. Supaya mereka bisa menghubungi ibu itu jika orang tua korban datang.
Setelah itu, ibu yang menolong anak itu kembali ke rumahnya dengan Haris, tetapi tidak lama kemudian polisi menghubungi ibu tersebut kembali karena orang tua korban sudah datang ke polsek untuk menjemput.
Ibu itu kemudian kembali ke polsek dan menyerahkan Haris kepada orang tuanya, namun orang tua justru menunjukkan kemarahan yang tidak ia duga.
Viral Dan Sorotan Publik
Video yang menunjukkan ibu menolong anak tersebut menjadi viral di media sosial, memicu komentar dari netizen yang mempertanyakan reaksi keluarga korban. Banyak yang menilai tindakan orang tua kurang pantas, sementara sebagian lain berempati kepada ibu penolong.
Warganet memperdebatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak di tempat umum, terutama saat berada di lokasi ramai seperti ATM. Beberapa pihak menyayangkan kejadian ini karena menunjukkan kurangnya komunikasi dan apresiasi terhadap tindakan positif warga.
Kapolsek Bajeng sendiri melalui keterangannya menjelaskan kronologi kejadian tersebut kepada media, yang kemudian menjadi bagian dari laporan berita ini.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari terbitfajar.id
- Gambar Kedua dari detik.com