Seorang balita berusia 1,5 tahun mengalami hipotermia saat orang tuanya mengajaknya mendaki Gunung Ungaran, sehingga terjadi tragedi tersebut.
Peristiwa ini sontak menjadi perhatian publik dan memicu sorotan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI menilai kejadian tersebut sebagai pelajaran penting bagi para orang tua terkait keselamatan anak dalam aktivitas ekstrem.
Simak dan ikutin terus berita terbaru dan terviral lainnya hanya ada di TRENDING ISU PUBLIK.
KPAI Soroti Bahaya Aktivitas Ekstrem bagi Anak
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti kasus viral balita berusia 1,5 tahun yang mengalami hipotermia saat orang tuanya mengajaknya mendaki Gunung Ungaran. Kasus tersebut menarik perhatian publik karena masyarakat menilai tindakan itu membahayakan keselamatan anak yang masih sangat rentan secara fisik.
Komisioner KPAI bidang Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, Ai Rahmayanti, menegaskan bahwa anak usia balita belum memiliki kemampuan adaptasi terhadap kondisi ekstrem seperti suhu dingin di pegunungan. Menurutnya, aktivitas pendakian bukanlah ruang yang aman bagi anak usia dini.
KPAI menilai kejadian ini harus menjadi pembelajaran penting bagi semua orang tua dalam mengambil keputusan terkait aktivitas anak. Setiap tindakan pengasuhan, lanjutnya, harus mengutamakan prinsip keselamatan dan kepentingan terbaik bagi anak.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Balita Rentan Bahaya Ekstrem
Menurut KPAI, anak berusia 1,5 tahun masih berada dalam fase perkembangan yang sangat rentan. Kondisi fisik mereka belum cukup kuat untuk menghadapi perubahan cuaca ekstrem, terutama di lingkungan pegunungan yang dingin dan tidak stabil.
Ai Rahmayanti menegaskan bahwa orang tua perlu memahami batas kemampuan anak sebelum mengajak mereka dalam aktivitas tertentu. Meskipun orang tua memiliki niat baik, mereka tetap harus menjadikan keselamatan anak sebagai prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Ia juga mengingatkan bahwa orang tua tidak boleh melibatkan anak sebagai objek dalam aktivitas berisiko tinggi. Orang tua harus mempertimbangkan dampak jangka pendek maupun jangka panjang terhadap keselamatan anak dalam setiap keputusan pengasuhan.
Baca Juga:Â Gudang Sepi Digerebek Polisi, Terungkap Pabrik Ekstasi Berkapasitas 1 Ton di Semarang
Desakan Batas Usia Pendaki Gunung
Lebih lanjut, KPAI mendorong adanya aturan yang lebih jelas terkait batas usia pendaki gunung. Hal ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di kemudian hari. KPAI juga meminta pemerintah daerah dan pengelola wisata alam untuk memperketat pengawasan terhadap pengunjung yang membawa anak-anak dalam kegiatan pendakian.
Selain regulasi, KPAI juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat, khususnya orang tua, mengenai aktivitas yang aman bagi anak. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko yang mungkin terjadi.
Pengelola jalur pendakian juga diminta untuk menerapkan standar keselamatan anak atau child safeguarding. Salah satunya dengan mempertimbangkan pembatasan usia minimal bagi pendaki demi keselamatan bersama.
Kronologi Balita Hipotermia di Gunung Ungaran
Sebelumnya, peristiwa ini viral di media sosial setelah balita berusia 1,5 tahun mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Ungaran bersama orang tuanya. Tim SAR langsung menangani kejadian yang terjadi di kawasan Puncak Bondolan tersebut.
Dalam video yang beredar, balita tersebut terlihat menangis sebelum kemudian diselimuti menggunakan emergency blanket oleh petugas. Tim SAR juga segera mengevakuasi dan menenangkan anak tersebut sebelum membawanya turun dari gunung.
Pihak BPBD Jawa Tengah membenarkan kejadian tersebut dan memastikan bahwa balita kini telah kembali ke rumah dalam kondisi selamat. Cuaca tiba-tiba memburuk disertai hujan deras, sehingga suhu tubuh anak menurun drastis dan anak mengalami gejala hipotermia.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari kilat.com