Aparat kepolisian menangkap seorang mantan operator scam dari Kamboja di Pekanbaru setelah diduga melakukan penipuan online.
Pelaku mengelabui korban dengan berpura-pura sebagai pihak resmi untuk mencuri data pribadi dan dana digital. Pelaku melakukan aksi ini secara terencana dan berulang sehingga membuat masyarakat geger. Simak dan ikutin terus berita terbaru dan terviral lainnya hanya ada di TRENDING ISU PUBLIK.
Kepolisian Akhirnya Mengamankan Pelaku
Aparat kepolisian menangkap seorang pria yang diduga merupakan mantan operator scam dari Kamboja di wilayah Pekanbaru setelah mereka menerima sejumlah laporan dari warga yang menjadi korban penipuan online bermodus customer service (CS) marketplace. Aparat kepolisian kemudian melakukan pengembangan kasus dengan melacak aktivitas digital pelaku hingga berhasil mengidentifikasi lokasi persembunyiannya.
Tim siber melacak aktivitas digital pelaku yang terindikasi melakukan penipuan berulang, lalu menangkapnya. Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan bahwa pelaku sudah lama menjalankan aksi penipuan dengan menyasar pengguna platform belanja online.
Saat aparat kepolisian mengamankan pelaku, pelaku tidak melakukan perlawanan dan aparat langsung membawa pelaku ke kantor kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa ponsel, akun media sosial, dan data transaksi yang diduga pelaku gunakan untuk menjalankan aksinya.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Modus Penipuan Berkedok CS Marketplace
Dalam aksinya, pelaku berpura-pura menjadi customer service dari berbagai marketplace ternama. Pelaku menghubungi korban dan menginformasikan adanya masalah pada akun atau transaksi yang sedang berlangsung, sehingga ia meminta korban memberikan data pribadi.
Setelah mendapatkan kepercayaan korban, pelaku kemudian meminta kode OTP, data rekening, hingga akses akun digital korban. Dengan cara ini, pelaku menguras saldo korban dan mengambil alih akun korban tanpa disadari.
Pelaku menjalankan modus ini dengan memanfaatkan kelengahan pengguna dan menyerupai layanan resmi sehingga sangat berbahaya. Banyak korban menyadari bahwa mereka telah tertipu setelah dana mereka hilang dan akun mereka tidak bisa mereka akses kembali.
Baca Juga:Â Purbaya Vs Bank Dunia: Polemik Proyeksi Ekonomi RI, Benarkah Ada Salah Hitung?
Jejak Gelap Pelaku di Dunia Scam Internasional
Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa pelaku pernah bekerja sebagai operator scam di luar negeri, termasuk di wilayah Kamboja yang dikenal sebagai salah satu pusat kejahatan siber di Asia Tenggara. Pengalaman tersebut membuat pelaku mahir menjalankan aksi penipuan digital.
Setelah kembali ke Indonesia, pelaku melanjutkan aktivitas ilegalnya dengan menargetkan masyarakat dalam negeri. Ia memanfaatkan pengetahuan tentang sistem scam untuk mengelabui korban melalui komunikasi daring.
Pihak kepolisian masih melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat. Tidak menutup kemungkinan pelaku merupakan bagian dari sindikat penipuan online yang lebih besar dan terorganisir.
Imbauan Polisi dan Perlindungan Masyarakat
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan berkedok CS marketplace. Aparat meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada pihak yang meminta data pribadi, terutama kode OTP dan informasi perbankan.
Selain itu, penyedia layanan digital menyarankan pengguna untuk selalu memverifikasi informasi langsung melalui aplikasi resmi atau layanan pelanggan resmi perusahaan terkait. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kebocoran data dan kerugian finansial.
Dengan meningkatnya kasus penipuan online, aparat berharap masyarakat semakin cerdas dalam menggunakan teknologi digital. Penegak hukum dan masyarakat bekerja sama untuk menekan kejahatan siber yang terus berkembang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com