Ahmad dan Sisri membuktikan cinta tak memandang usia, Kisah mereka memicu pro-kontra di kalangan netizen dan publik.
Kisah cinta Ahmad dan Sisri menjadi sorotan publik karena perbedaan usia mereka yang cukup signifikan. Banyak warganet memuji keberanian mereka, namun tak sedikit yang mempertanyakan hubungan ini.
Perjalanan romansa mereka menunjukkan bahwa cinta bisa hadir tanpa memandang angka, sekaligus memicu debat hangat di media sosial. Cerita TRENDING ISU PUPBLIK ini menjadi bukti nyata bagaimana cinta bisa menantang norma sekaligus menimbulkan pro dan kontra.
Cinta Tak Mengenal Usia: Ahmad Dan Sisri Buktikan Komitmen
Cinta kadang hadir tanpa memperhatikan angka di KTP, seperti yang dibuktikan Ahmad Suryatna (30) dan Sisri (58). Selisih usia 28 tahun bukan halangan bagi mereka untuk menjalin hubungan penuh kasih. Setelah empat tahun menjalani pernikahan siri, pasangan ini akhirnya resmi dicatat di KUA Jenangan, Ponorogo.
Awal kisah mereka berawal dari lingkungan kerja. Ahmad yang masih muda hanya berniat membantu Sisri meringankan beban kerja, namun niat tulus itu justru menumbuhkan benih cinta yang kuat.
Bagi Ahmad, perbedaan usia bukanlah penghalang. “Lebih senang yang lebih dewasa, kayak ibunya,” ungkapnya sambil tersenyum. Hubungan ini murni lahir dari ketulusan, bukan karena materi atau pamrih.
Awal Kedekatan Dan Uji Konsistensi
Sisri adalah sosok wanita realistis yang membutuhkan kepastian. Ia ingin memastikan Ahmad benar-benar siap bertanggung jawab sebelum melegalkan pernikahan secara hukum negara. “Saya tanya, kamu siap tanggung jawab? Dia jawab siap menafkahi istri,” kenangnya.
Untuk membuktikan keseriusan, mereka menjalani pernikahan siri selama empat tahun sejak 2021. Waktu tersebut digunakan Sisri untuk menguji komitmen dan konsistensi Ahmad dalam membangun rumah tangga.
Selama masa uji coba ini, keduanya menjalani hubungan dengan sederhana dan saling menghormati. Tidak ada kemewahan, hanya ada ketulusan dan tanggung jawab yang diuji melalui keseharian.
Baca Juga: Terungkap! Fakta Mengejutkan di Balik Kematian Lula Lahfah
Prosesi Pernikahan Di KUA Jenangan
Kini, semua keraguan telah hilang. Di kantor KUA Jenangan, Ahmad dan Sisri mengikat janji suci dengan prosesi sederhana namun khidmat. Tak ada pesta mewah, hanya ketulusan yang menjadi inti dari pernikahan mereka.
Mahar yang diberikan pun sederhana, berupa seperangkat alat salat dan uang Rp 200 ribu. Kesederhanaan ini menegaskan bahwa hubungan mereka dibangun atas dasar cinta dan komitmen, bukan materi.
Kepala KUA Jenangan, Najib Ahmadi, memastikan semua persyaratan administrasi telah lengkap. Pernikahan ini kini sah secara agama dan hukum positif di Indonesia, menjadi bukti bahwa cinta bisa melampaui batas usia.
Pro Dan Kontra Di Mata Publik
Kisah Ahmad dan Sisri memicu beragam reaksi di masyarakat. Banyak warganet memuji ketulusan cinta mereka dan keberanian menembus norma sosial, namun sebagian lain mempertanyakan selisih usia yang cukup jauh.
Perbedaan generasi sering menjadi bahan perdebatan, terutama soal kesiapan menghadapi tantangan rumah tangga. Namun bagi pasangan ini, usia hanyalah angka; komitmen dan tanggung jawablah yang menjadi dasar hubungan.
Kisah mereka menjadi pelajaran bahwa cinta bisa hadir di luar nalar umum, memicu pro dan kontra sekaligus menginspirasi masyarakat untuk menilai hubungan dari keseriusan hati, bukan semata angka di KTP.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari instagram.com