Menteri Pertanian Amran Sulaiman resmi menjadi anggota Dewan Energi Nasional & menyatakan kesiapan untuk mendorong pengembangan energi hijau berbasis pertanian.
Langkah ini menunjukkan sinergi antara sektor pertanian dan energi sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Dalam pernyataannya, Mentan Amran menegaskan bahwa pertanian tidak hanya berperan sebagai penyedia pangan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai sumber energi terbarukan. Konsep energi hijau berbasis pertanian mencakup pengembangan bioenergi, biomassa, serta pemanfaatan limbah pertanian menjadi bahan bakar yang ramah lingkungan.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di TRENDING ISU PUPBLIK.
Potensi Energi Hijau Dari Pertanian
Indonesia menyimpan potensi besar dalam pengembangan energi hijau berbasis pertanian, seiring luasnya lahan pertanian serta melimpahnya komoditas yang dihasilkan di berbagai daerah.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemanfaatan limbah pertanian sebagai energi hijau bukan hanya solusi ramah lingkungan, tetapi juga peluang ekonomi baru bagi petani. Melalui penerapan teknologi tepat guna, limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi biogas, bioetanol, hingga briket biomassa yang bernilai jual dan mampu menambah pendapatan petani.
Lebih dari itu, pengembangan energi hijau berbasis pertanian sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mempercepat transisi energi dan menekan emisi karbon.
Strategi Mentan Amran di DEN
Menteri Pertanian Amran Sulaiman membawa visi besar saat resmi bergabung sebagai anggota Dewan Energi Nasional (DEN). Kehadirannya tidak hanya memperkuat sinergi antara sektor pertanian dan energi, tetapi juga membuka arah baru dalam pengembangan energi hijau berbasis sumber daya pertanian. Amran menilai, ketahanan energi dan ketahanan pangan harus berjalan beriringan untuk menopang pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Ia mendorong pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan seperti sekam padi, jerami, tongkol jagung, hingga limbah kelapa sawit sebagai sumber bioenergi. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor pertanian.
Dalam kerangka kerja DEN, Amran juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia mendorong kerja sama antara Kementerian Pertanian, Kementerian ESDM, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta lembaga riset dan perguruan tinggi.
Baca Juga: Purbaya Bocorkan Kandidat Wamenkeu Pengganti Thomas Djiwandono
Dampak Positif Bagi Pertanian Dan Energi
Kolaborasi antara sektor pertanian dan energi hijau memiliki dampak ganda. Pertama, meningkatkan pendapatan petani melalui pemanfaatan limbah sebagai sumber energi. Kedua, mendukung target pemerintah dalam penggunaan energi terbarukan dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil.
Mentan Amran percaya bahwa integrasi ini akan memperkuat ketahanan nasional. Ketersediaan energi yang berkelanjutan dari limbah pertanian akan membantu mendukung aktivitas industri, rumah tangga, dan pembangunan ekonomi secara keseluruhan. Selain itu, program ini juga mendorong pertanian modern yang ramah lingkungan.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Meski demikian, dengan strategi yang tepat dan dukungan kebijakan yang kuat, energi hijau berbasis pertanian berpotensi menjadi solusi ganda: menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Langkah Mentan Amran ini menegaskan komitmen Indonesia dalam membangun energi berkelanjutan yang sejalan dengan penguatan sektor pertanian nasional.
Jangan lewatkan kabar terbaru tentang POS VIRAL serta beragam info menarik lainnya yang akan menambah pengetahuan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari Detik.com
- Gambar Kedua dari suara.com