Viral! Kezia Syifa jadi tentara AS, netizen ramai pertanyakan status WNI-nya, Simak fakta dan kontroversinya di sini!
Kezia Syifa mendadak menjadi sorotan publik setelah diketahui bergabung dengan militer Amerika Serikat. Momen ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan netizen, terutama soal status kewarganegaraannya.
Banyak yang penasaran, apakah Kezia masih sah sebagai Warga Negara Indonesia? TRENDING ISU PUPBLIK ini akan membahas perjalanan kariernya, fakta seputar status WNI, dan tanggapan publik yang viral di media sosial.
Viral! Kezia Syifa Jadi Tentara AS, Publik Ramai Pertanyakan Status WNI
Seorang gadis Warga Negara Indonesia (WNI), Kezia Syifa, mendadak menjadi sorotan publik. Video yang diunggah di akun Instagram @bunda_kesidaa menampilkan momen Kezia berpamitan dengan orang tuanya sambil mengenakan seragam militer Amerika Serikat. Penampilan Syifa yang mengenakan hijab lengkap dengan seragam tentara ini langsung menarik perhatian netizen.
Dalam video itu, terdengar suara seorang perempuan menyemangati Syifa, “Hati-hati, semangat ganbatte. Hati-hati Kak.” Momen ini memicu berbagai tanggapan, mulai dari dukungan hingga kritik terkait pilihan Syifa bergabung dengan militer asing. Banyak pihak mempertanyakan dampak keputusan tersebut terhadap status kewarganegaraannya sebagai WNI.
Fenomena ini menjadi viral karena jarang terjadi, seorang WNI muda tampil resmi sebagai anggota militer negara lain, sekaligus memicu perdebatan soal loyalitas dan hukum kewarganegaraan. Tidak sedikit netizen yang mendukung langkah Syifa sebagai bentuk pengembangan diri, sementara sebagian lain khawatir pilihan ini membawa konsekuensi hukum atau sosial.
Status Kewarganegaraan Yang Masih Berproses
Menurut penjelasan ibunda Syifa, Safitri, proses status kewarganegaraan putrinya masih berjalan sesuai peraturan hukum di AS. Safitri menegaskan bahwa langkah Syifa dalam militer dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga belum ada keputusan final mengenai perubahan kewarganegaraannya.
Pernyataan ini menimbulkan diskusi publik. Sebagian netizen menilai bahwa hal ini wajar karena Syifa masih berada dalam tahap administratif, sementara sebagian lain menyatakan kekhawatiran terkait kemungkinan kehilangan hak sebagai WNI.
Di sisi lain, banyak yang memahami keputusan Syifa sebagai pilihan pribadi dan menghormati prosedur hukum yang sedang dijalani. Diskusi ini menunjukkan bagaimana isu kewarganegaraan dan keterlibatan warga di militer asing selalu sensitif dan memunculkan beragam pendapat.
Baca Juga: Helikopter Sempat Oleng, Raffi Ahmad Pasrah: Hidup Mati Kita di Tangan Allah
Gabung Garda Nasional Maryland: Pilihan Karier Dan Pengembangan Diri
Safitri menjelaskan bahwa keluarga mereka sudah tinggal di Amerika Serikat sejak pertengahan 2023. Selama di sana, Kezia menempuh pendidikan tingkat SMA dan melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Dalam kesempatan ini, Syifa memutuskan untuk bergabung dengan Army National Guard (Garda Nasional Angkatan Darat) Maryland.
Menurut Safitri, Syifa tidak bertugas di garis depan, melainkan menekuni bidang administrasi. Banyak pihak menyoroti keputusan ini karena jarang remaja Indonesia memiliki kesempatan serupa, apalagi di lembaga militer negara lain.
Keputusan Syifa masuk Garda Nasional Maryland memicu pro dan kontra. Sebagian publik melihat ini sebagai peluang emas untuk pengalaman profesional dan pendidikan, sementara sebagian lain mempertanyakan dampak sosial dan identitas nasionalnya. Kendati demikian, Safitri menekankan bahwa ini merupakan pilihan matang putrinya, bukan keputusan impulsif.
Dukungan Keluarga Dan Kontroversi Publik
Safitri menegaskan bahwa keluarga menghormati keputusan Syifa sepenuhnya. Ia menyatakan dukungan mereka atas langkah putrinya karena dianggap sebagai pengalaman hidup, dan peluang profesional yang berharga. Safitri menambahkan bahwa keputusan ini disertai tanggung jawab dan pertimbangan matang.
Namun, publik tidak sepenuhnya sependapat. Sejumlah netizen mempertanyakan loyalitas dan identitas nasional Kezia, sementara yang lain memuji keberaniannya mengambil langkah mandiri dan unik.
Meski menimbulkan pro dan kontra, kisah Kezia menyoroti dilema yang kerap muncul ketika WNI menempuh jalur internasional. Ini menjadi contoh nyata bahwa keputusan individu dapat memicu diskusi hukum, budaya, dan sosial yang kompleks. Pilihan Syifa pun menjadi cermin bagaimana generasi muda menghadapi peluang global di tengah identitas nasional yang tetap melekat.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jatimnetwork.com
- Gambar Kedua dari trends.tribunnews.com