Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja turun ke jalan hari ini di depan Kantor Kemnaker RI, menuntut kenaikan upah, perlindungan kontrak kerja.
Aksi berlangsung damai di halaman parkir Kemnaker, tetap menjaga kelancaran Jalan Gatot Subroto. Para buruh menyuarakan aspirasi mereka dengan spanduk dan orasi, sementara aparat keamanan memastikan ketertiban.
Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya hanya ada di TRENDING ISU PUBLIK.
Buruh Serbu Kantor Kemnaker RI, Suara Tuntutan Menggema
Rabu (4/3/2026), ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja berkumpul di halaman parkir depan gerbang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI. Aksi ini digelar untuk menyuarakan aspirasi terkait isu ketenagakerjaan yang dianggap belum terselesaikan.
Para buruh membawa spanduk dan poster berisi tuntutan, mulai dari kenaikan upah, kepastian kontrak kerja, hingga perlindungan sosial bagi pekerja. Koordinator aksi menyatakan bahwa para peserta unjuk rasa menggelar aksi ini sebagai bagian dari kampanye untuk mendorong pemerintah segera menangani masalah pekerja melalui dialog.
Meskipun aksi berlangsung di halaman parkir Kemnaker RI, pihak pengunjuk rasa memastikan tidak mengganggu akses Jalan Gatot Subroto. Hal ini untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan memastikan keamanan bagi peserta maupun masyarakat sekitar.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!
Aspirasi Buruh Menggema Serikat Pekerja Bersuara
Para buruh menegaskan tuntutan mereka melalui orasi dan pembacaan pernyataan resmi. Salah satu poin utama adalah penyesuaian upah minimum sesuai inflasi dan kebutuhan hidup layak. Mereka menilai kenaikan upah sebelumnya masih belum mencukupi kebutuhan pekerja sehari-hari.
Selain itu, buruh meminta pemerintah menindaklanjuti regulasi kontrak kerja yang dianggap merugikan. Beberapa peserta menyoroti praktik outsourcing dan kontrak singkat yang dianggap menekan hak-hak pekerja. Serikat pekerja berharap pemerintah hadir sebagai mediator untuk menciptakan solusi yang adil bagi semua pihak.
Tuntutan lainnya mencakup perlindungan sosial, termasuk BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Para buruh menekankan pentingnya jaminan sosial untuk pekerja informal dan sektor swasta agar kesejahteraan mereka meningkat secara merata.
Baca Juga: Kisah Mengerikan Di Gowa! Anak Ditolong Warga, Orang Tua Malah Ngamuk Tanpa Alasan?
Suasana Aksi dan Respons Aparat
Pantauan di lokasi, aksi berlangsung damai dengan pengamanan dari aparat kepolisian yang bersiaga di sekitar gerbang Kemnaker RI. Polisi memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan siap memberikan pertolongan jika terjadi insiden. Para peserta aksi pun menjaga ketertiban selama orasi berlangsung.
Sejumlah orator menyampaikan aspirasi secara bergantian, menekankan pentingnya dialog terbuka dengan pemerintah. Koordinator aksi juga menghimbau peserta untuk tidak melakukan tindakan anarkis, menjaga citra gerakan buruh agar pesan mereka tersampaikan dengan baik.
Petugas keamanan dan kepolisian turut memfasilitasi jalannya aksi, termasuk penyediaan air minum, pos medis, dan ruang evakuasi jika diperlukan. Kehadiran aparat ini membuat peserta lebih tenang dan fokus pada penyampaian aspirasi mereka.
Prospek Tindak Lanjut dan Dialog Pemerintah
Pihak Kemnaker RI menyatakan siap menerima aspirasi buruh dan berkomunikasi secara langsung. Beberapa perwakilan kementerian akan menemui koordinator aksi untuk mendengar tuntutan buruh dan merumuskan solusi terbaik.
Dialog ini diharapkan menjadi titik awal penyelesaian isu ketenagakerjaan yang diangkat. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menyeimbangkan kepentingan pekerja dan pengusaha, sekaligus menjaga iklim investasi yang kondusif.
Sementara itu, serikat pekerja menegaskan akan memantau tindak lanjut pemerintah. Mereka siap melakukan aksi lanjutan jika tuntutan mereka belum mendapat respons yang memadai, namun tetap mengedepankan cara damai dan terorganisir agar suara pekerja terdengar secara efektif.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari megapolitan.kompas.com