Tragedi mengerikan terjadi di Simalungun ketika sebuah truk gagal nanjak dan menabrak mobil yang melintas.
nsiden ini menelan 3 korban jiwa dan menimbulkan kepanikan di lokasi. Polisi dan tim evakuasi segera dikerahkan untuk menangani situasi, mengevakuasi korban, dan menstabilkan lalu lintas. Berita ini memberikan informasi lengkap tentang kronologi kecelakaan. Simak dan ikutin terus berita terbaru dan terviral lainnya hanya ada di TRENDING ISU PUBLIK.
Awal Mula Tragedi Arus Balik
Peristiwa tragis bermula pada Selasa siang, 24 Maret 2026, saat arus balik Lebaran 1447 Hijriah di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, sedang berlangsung. Lokasi kejadian adalah jalur alternatif pada KM 06-07, tepatnya di Dusun Talun Sungkit, Nagori Pondok Bulu.
Sebuah truk Mitsubishi Fuso dengan nomor polisi BK‑9283‑CE mencoba menaklukkan tanjakan tajam di jalur tersebut. Truk itu dikemudikan oleh A.S.L. (49 tahun), yang sedang menanjak dengan muatan dan usaha keras untuk mencapai puncak tanjakan. Sayangnya, kondisi jalan yang menanjak dan suhu mesin yang panas membuat truk kehilangan tenaga.
Nahas, pada saat yang sama, dari belakang melaju sebuah Toyota Kijang Super bernomor polisi BM‑1796‑UL yang membawa satu keluarga. Karena truk kehilangan tenaga, kendaraan besar itu kemudian mulai mundur dari tanjakan dengan kecepatan yang meningkat, dan pada detik‑detik berikutnya terjadilah benturan hebat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Detik‑Detik Truk Mundur dan Tabrakan Maut
Pada sekitar pukul 11.30 WIB, ketika truk tengah menanjak, tiba‑tiba mesin dan transmisi kendaraan mengalami penurunan performa sehingga truk kehilangan momentum untuk terus naik. Pengemudi terlihat berusaha mengendalikan laju kendaraannya, namun jarak antara truk dan mobil di belakang sangat dekat, sehingga ruang untuk menghindar sangat minim.
Saat truk mulai mundur, rem dan kendali kemudi tidak lagi efektif menahan laju kendaraan besar itu. Truk terus meluncur mundur dengan kecepatan tinggi, menghantam bagian belakang Toyota Kijang Super yang saat itu membawa satu keluarga. Suara benturan yang keras mengguncang jalur tersebut dan membuat warga sekitar.
Hantaman itu membuat mobil yang ditabrak rusak parah dan oleng keluar jalur. Bagian belakang dan samping mobil remuk, sementara truk hampir tidak mengalami kerusakan berarti pada bagian depannya karena bobot besar dan momentum yang kuat.
Baca Juga: Hak Pensiun Pejabat Diguncang MK, Privilege Kekuasaan Kini Direvisi!
Korban dan Reaksi Warga di Lokasi Kejadian
Sesaat setelah tabrakan terjadi, suasana di lokasi berubah menjadi panik dan penuh kecemasan. Warga dan pemudik yang berada di sekitar segera menghampiri lokasi kecelakaan untuk melihat kondisi korban yang terseret di antara bangkai kendaraan. Banyak warga yang berseru memanggil petugas medis dan meminta pertolongan untuk membawa korban ke rumah sakit.
Petugas kepolisian dari Polres Simalungun tiba beberapa menit kemudian bersama tim medis dan ambulans. Mereka segera melakukan evakuasi terhadap korban yang berada di dalam mobil Toyota Kijang Super yang ringsek itu. Suasana semakin tegang ketika salah satu warga menutupi bagian tubuh yang terluka.
Petugas medis mengevakuasi dan memeriksa korban, lalu menyatakan tiga anggota satu keluarga meninggal di tempat kejadian. Pihak berwenang belum merilis identitas mereka, namun peristiwa tragis itu menimbulkan duka mendalam bagi warga setempat dan para pemudik yang menyaksikannya.
Polisi Usut, Warga Diingatkan Tetap Aman
Menanggapi kecelakaan ini, pihak kepolisian langsung melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk serta saksi‑saksi yang berada di lokasi. Selain itu, tim penyidik juga fokus memeriksa kondisi teknis kendaraan ‑ terutama sistem pengereman dan mesin ‑ untuk mengetahui penyebab pasti dari kegagalan truk dalam menanjak.
Pihak berwenang juga mengeluarkan imbauan keselamatan bagi para pengemudi kendaraan berat yang melintasi jalur menanjak semacam itu, terutama saat musim mudik atau arus balik Lebaran. Polisi menekankan pentingnya memastikan kondisi kendaraan, rem, dan mesin dalam keadaan prima agar tidak mengalami kejadian serupa di lokasi.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari liputan6.com
- Gambar Kedua dari medan.kompas.com