Hubungan diplomatik AS Kanada memanas setelah Presiden Trump mengancam tarif 100% terhadap Kanada jika membuat kesepakatan dengan China.
Ketegangan baru kembali mewarnai hubungan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Kanada setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor sebesar 100 persen terhadap seluruh produk Kanada jika Ottawa mengukuhkan kesepakatan perdagangan dengan China.
Berikut ini TRENDING ISU PUBLIK akan membahas AS Kanada memanas setelah Presiden Trump mengancam tarif 100% terhadap Kanada jika membuat kesepakatan dengan China.
Ancaman Tarif 100% Trump
Respon cepat datang dari pemerintah Kanada. Menteri Perdagangan Kanada untuk urusan AS, Dominic LeBlanc, menegaskan bahwa ada tidak ada rencana untuk mengejar perjanjian perdagangan bebas penuh dengan China yang dapat memicu tarif AS tersebut. Ottawa menyatakan bahwa langkah‑langkah yang terjadi sejauh ini lebih kepada penyelesaian isu tarif tertentu, bukan perjanjian bebas yang komprehensif.
Perdana Menteri Mark Carney pun meluncurkan kampanye “Buy Canadian” (Beli Produk Kanada) yang bertujuan meningkatkan dukungan terhadap industri lokal. Ia meminta warga Kanada untuk membeli serta mengembangkan produk domestik sebagai bentuk respon atas ancaman eksternal yang menggoyang perekonomian nasional.
Carney juga membuat pernyataan tegas mengenai kedaulatan ekonomi Kanada saat menolak klaim bahwa negara tersebut “hidup karena Amerika Serikat.” Menurutnya, Kanada berdiri sendiri sebagai negara yang kuat, dengan kemampuan untuk menentukan hubungan dagang dan kebijakan luar negerinya sendiri.
Baca Juga: Momen Haru, Reza Arap Bersimpuh di Depan Ibunda Lula Lahfah
Dampak Potensial Bagi Ekonomi Kanada
Ancaman tarif 100 persen akan menciptakan tekanan besar bagi ekonomi Kanada jika benar diterapkan. Kanada memiliki hubungan perdagangan yang sangat erat dengan AS melalui USMCA (United States Mexico Canada Agreement), perjanjian dagang trilateral yang menjadi dasar utama arus barang dan jasa antara ketiga negara.
Jika tarif ekstrem itu diberlakukan, banyak sektor mulai dari manufaktur logam, otomotif, mesin, hingga bahan mentah akan mengalami kenaikan biaya dan penurunan daya saing di pasar AS. Hal ini bisa memukul ekspor Kanada secara tajam, merugikan produsen kecil dan besar sekaligus menimbulkan ketidakpastian investasi.
Selain itu, ancaman itu juga berpotensi merusak kepercayaan bisnis, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan menimbulkan efek domino yang meluas ke sektor tenaga kerja, industri pertanian, hingga rantai pasok regional yang saling bergantung.
Ketegangan Politik Trump Carney
Ketegangan hubungan antara Presiden Trump dan Perdana Menteri Carney bukan hanya soal tarif. Konflik mereka juga dipicu oleh pernyataan dan tindakan di panggung internasional lainnya, termasuk kritik politik Carney terhadap pendekatan AS dalam urusan global.
Perdebatan pun meningkat setelah Carney menolak pernyataan Trump yang mengatakan Kanada “hidup karena AS.” Dalam pidatonya, Carney menegaskan identitas serta kemandirian Kanada, menunjukkan bahwa negara itu tidak hanya bergantung pada mitra dagang utamanya.
Tensi ini mencerminkan perubahan dinamika geopolitik global yang makin kompleks. Negara‑negara yang sebelumnya sekutu kerap bersitegang soal perdagangan, keamanan, serta kebijakan luar negeri mereka terhadap kekuatan besar seperti China.
Apa Artinya Bagi Hubungan AS Kanada ke Depan
Prospek hubungan dagang AS Kanada ke depan kini berada di titik kritis. Ini dapat memaksa kedua negara untuk merundingkan ulang peran masing‑masing serta batas kebijakan nasional mereka.
Di sisi lain, langkah Kanada menegaskan tidak akan mengejar perjanjian bebas dagang besar dengan China. Sekaligus memperkuat ekonomi domestik menunjukkan strategi defensif yang mencoba menjaga hubungan baik dengan AS tanpa mengabaikan kedaulatan nasional. Ikut terus ISU TRENDING PUBLIK agar kamu mendapatkan berita menarik yang kami berikan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detikNews
- Gambar Kedua dari porostimur.com