Viral di media sosial! Nama Kapolres Binjai dicatut oleh penipu untuk menipu anggota DPRD dengan modus pinjam uang.
Dalam video yang beredar, terlihat percakapan palsu yang dibuat seolah-olah Kapolres membutuhkan dana untuk akomodasi. Kapolres Mirzal Maulana menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap penipuan serupa.
Dapatkan rangkuman berita menarik dan faktual yang memperluas pengetahuan Anda hanya ada di TRENDING ISU PUPBLIK.
Anggota DPRD Binjai Ditelepon Penipu Yang Mengaku Kapolres
Sebuah video viral di media sosial menampilkan anggota DPRD Binjai, Ramlan, yang menerima telepon dari seorang pria yang mengaku sebagai Kapolres Binjai, AKBP Mirzal Maulana. Dalam video tersebut, terlihat Ramlan berbicara melalui telepon di dalam mobil, sementara narasi menekankan modus penipuan meminjam uang.
Dalam percakapan itu, penipu mengaku membutuhkan uang untuk biaya akomodasi perpindahannya sebagai Kapolres Binjai yang baru dimutasi. Ia menjelaskan bahwa masing-masing kapolres biasanya menanggung biaya tersebut, namun karena anggaran belum cair, ia berharap bisa meminjam dana sementara dari Ramlan.
Sejak video viral, masyarakat ramai membicarakan modus penipuan ini. Banyak pihak menyoroti bagaimana pelaku memanfaatkan situasi perpindahan pejabat sebagai kesempatan menipu. Fenomena ini menjadi peringatan bagi publik agar lebih waspada terhadap telepon yang mengatasnamakan pejabat publik.
Tipuan Rp 50 Juta Modus Pinjaman Palsu Mengincar
Dalam video tersebut, penipu mengaku membutuhkan dana sebesar Rp 50 juta. Ia menyebut telah mengumpulkan Rp 35 juta dan kekurangan Rp 15 juta, sehingga meminjam sisanya dari Ramlan. Penipu mengaku perlu dana itu untuk kepentingan akomodasi, dan meminta Ramlan segera menghubungi jika uang tersedia.
Ramlan pun tidak langsung menyerahkan uang dan berdalih akan memeriksa dana yang dimilikinya terlebih dahulu. Penipu tetap mendesak agar Ramlan mengontak nomornya dan menyepakati lokasi pertemuan, baik di rumah dinas maupun tempat lain. Penipu menggunakan strategi ini untuk menekan korban agar segera bertindak.
Modus ini memperlihatkan tipikal penipuan telepon yang mengatasnamakan pejabat. Hal ini menimbulkan risiko kerugian finansial besar jika korban tidak waspada.
Baca Juga: Sidang Lanjutan Ammar Zoni, Saksi Bantah Temuan Narkoba Saat Penggeledahan
Kapolres Binjai Buka Suara Soal Penipuan Yang Viral
AKBP Mirzal Maulana membantah kabar penipuan yang mencatut namanya. Ia menegaskan bahwa ia sama sekali tidak meminta uang kepada anggota DPRD maupun pihak lain melalui telepon. Menurut Mirzal, video yang viral tersebut merupakan tindakan penipuan yang sengaja mencatut nama pejabat untuk menipu masyarakat.
Mirzal juga menjelaskan bahwa modus penipuan seperti ini sering terjadi, terutama saat ada pergantian pejabat. Ia menekankan pentingnya masyarakat untuk selalu waspada terhadap panggilan atau pesan yang mencurigakan dan mengatasnamakan pejabat.
Kapolres Binjai menghimbau masyarakat untuk melaporkan setiap modus penipuan ke call center 110. Ia menegaskan bahwa pejabat resmi tidak mungkin meminta uang pribadi melalui telepon, sehingga publik tidak perlu.
Modus Penipuan Terbaru Mengincar Masyarakat
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap telepon penipuan. Modus mencatut nama pejabat, meminta pinjaman, atau dana sementara sudah sering terjadi, terutama ketika pejabat baru menjabat atau terjadi perpindahan jabatan. Publik harus memastikan kebenaran setiap permintaan dana melalui jalur resmi.
Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi organisasi dan pejabat publik untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan memahami modus dan ciri-ciri penipuan, masyarakat bisa melindungi diri dan mengurangi risiko kerugian finansial akibat. Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya hanya ada di POS VIRAL.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari hariansib.com
- Gambar Kedua dari hariansib.com